Tulisan Bagus ( review dari blog lain )

24 10 2008

Habis buka inet saya menemukan tulisan ini di blog, sepertinya mentor atau sisun ( But he wrote nice post !! )

Ini contohnya :

Pemahaman Yang Benar Tentang Peperangan Asimetris Angkatan Laut

All hands,
Masih banyak rekan dan senior kita yang salah memahami soal naval asymmetric warfare alias peperangan asimetris Angkatan Laut. Karena kondisi AL kita yang tengah berjuang hidup mati di tengah sedikitnya anggaran yang dikucurkan oleh peperangan, lalu peperangan asimetris Angkatan Laut dipahami sebagai penggunaan pasukan khusus dalam perang laut.
Pemahaman demikian sangat jelas salah besar. Peperangan asimetris tidak identik dengan penggunaan pasukan khusus. Seperti pernah saya tulis, suatu peperangan dikategorikan sebagai asimetris bila:
1. asimetris dalam hal kekuatan,
2. asimetris dalam hal persenjataan
3. asimetris dalam hal organisasi
4. asimetris dalam hal moralitas

Kalau hal itu kita tarik dalam konteks AL kita, untuk menghadapi Angkatan Laut lainnya, setidaknya kita asimetris dalam persenjataan. Sebagian besar persenjataan kita termasuk kategori aging weapon system, sementara lawan yang kita hadapi senjatanya sebagian besar merupakan teknologi 1990-an atau 2000-an.
Lalu bagaimana menghadapi kondisi demikian? Apakah kita harus menggunakan pasukan khusus dalam peperangan asimetris guna menghancurkan kapal perang lawan di tengah laut? Jawabannya, tidak!!!
Satu-satunya cara adalah taktik apa yang akan kita gunakan untuk menghadapi kapal perang yang lebih canggih. Secanggih-canggihnya teknologi senjata, bukan berarti tidak ada kelemahannya. Kelemahan itu yang harus kita eksploitasi dalam taktik yang akan kita gunakan.
Bagaimana caranya mengetahui kelemahan kapal-kapal lawan? Selain mengumpulkan informasi intelijen dari berbagai sumber, semisal rekanan atau pemasok logistik, juga bisa kita kumpulkan dari data-data terbuka tentang kapal perang itu. Bahkan akan lebih bagus bila ada data terbuka atau mungkin data tertutup tentang kinerja kapal perang itu dalam latihan perang yang diikutinya.
Dari situ kita bisa analisis apa kelebihan dan kekurangan kapal perang lawan. Hasil analisis itu kemudian harus dikembangkan menjadi taktik peperangan di laut. Taktik itu ada yang umum, ada yang spesifik. Maksudnya, untuk menghadapi kapal fregat kelas Lafayette Singapura taktiknya tidak persis sama dengan menghadapi korvet kelas Kedah Malaysia.
Di situ yang dimaksud dengan asimetris. Jadi peperangan asimetris bukan perang yang identik dengan penggunaan pasukan khusus. Lihat Perang Lebanon Juli-Agustus 2006, kelompok Hizbullah hantam korvet INS Ahi Hanit pakai rudal C-802, bukan pasukan khusus. Padahal perang itu juga termasuk kategori peperangan asimetris.

Stop Pelecahan

All hands,
Untuk menilai kinerja satuan militer, termasuk Angkatan Laut, terdapat empat elemen yang harus diperhatikan. Yaitu sensing, mobility, firepower dan C4ISR. Harus kita akui bahwa kemampuan kita pada keempat elemen itu mengalami deteriorating, sehingga pilihan satu-satunya adalah pembenahan apabila kita nggak ingin nggak bisa apa-apa ke depan. Pertanyaannya, dari keempat elemen itu, mana sebaiknya yang harus diprioritaskan?
Menurut saya, sensing dan mobility adalah prioritas utama. Saat ini, apabila dibandingkan, kemampuan mobility AL kita sudah lebih baik dibandingkan awal tahun 2000-an. Sensing perlu mendapat perhatian khusus, karena terkait dengan maritime domain awareness.
Salah satu masalah yang masih menghinggapi kemampuan sensing kita adalah soal kemampuan anti jamming. Ini prioritas sekali, karena bila itu kita nggak benahi segera, pelecehan terhadap kita akan terus terjadi.
Contoh nyatanya adalah saat Latgab TNI di Sangata Juni 2008 lalu. Singapura melalui satelit militernya melakukan jamming terhadap sensing dan komunikasi TNI selama 30 menit. Selama jangka waktu itu, mata dan telinga satuan TNI dibutakan dan ditulikan.
Kasus ini akan terus terjadi bila pembenahan kemampuan soft kill kita belum diprioritaskan. Soal hard kill, kita relatif masih lebih bagus daripada soft kill. Soft kill kita parah sekali. Caranya bagaimana?
Secara teori gampang. Adakan sistem radar dan komunikasi yang anti jamming. Itu saja kok!!! Kalau di-jamming, frekuensi kita bisa lompat-lompat alias frequency hopping. Sebagian sistem kita sudah demikian, namun sebagian besar lainnya belum. Soal mahal kan relatif, tidak semahal harga diri yang dilecehkan.

Intelijen Angkatan Laut

All hands,
Fungsi intelijen Angkatan Laut (naval intelligence) secara universal tidak lepas dari peran Angkatan Laut itu sendiri. Intelijen Angkatan Laut harus mampu mengidentifikasi capability, intention and circumstances dari Angkatan Laut lawan atau calon lawan. Karena itu, intelijen Angkatan Laut antara lain akan berkutat pada memonitor pergerakan kapal perang asing (visual dan non visual), melakukan assessment terhadap kemampuan tiap jenis kapal perang asing, melaksanakan assessment terhadap organisasi, operasi, logistik, personel Angkatan Laut lain dan lain sebagainya.
Ketika saya membaca laporan intelijen yang diterbitkan oleh Office of Naval Intelligence-nya U.S. Navy, saya kagum atas kedalaman dan keakuratan laporan-laporannya. Salah satu laporannya berjudul China’s Navy 2007. Itu laporan lengkap sekali, mulai dari struktur organisasi, kepemimpinan, sistem politik, doktrin, satuan-satuan kapal, personel, korps perwira, enlisted, satuan latihan, kesejahteraan, hubungan luar negeri dan sistem senjata. Komplit sekali laporan itu.
Itulah yang namanya intelijen Angkatan Laut. Intelijen Angkatan Laut harus mampu menguasai informasi berbagai hal terkait laut dan maritim. Sebagai contoh, kita harus tahu bagaimana pattern pergerakan kapal perang Singapura. Jam berapa saja kapal perang dia keluar dari pangkalan Changi dan patroli di sekitar perairan Singapura. Jam berapa dia masuk lagi ke pangkalan. Lewat alur mana dia masuk dan keluar. Apakah menggunakan alur yang berbeda atau tidak.
Semua pergerakan itu bisa dipolakan. Dan pola itu bisa berubah dalam jangka waktu tertentu.
Seandainya kita bisa petakan itu, akan sangat bermanfaat sekali. Itu adalah fungsi intelijen Angkatan Laut.
ini alamat blognya

http://damnthetorpedo.blogspot.com

banyak tulisan lainnya juga.


Aksi

Information

4 responses

27 10 2008
gunawanwe

di blog-nya nya ada tulisan Commanding Officer, mungkin punya mentor yang sekarang jadi komandan..
ay…ay…siapa dia ??

28 10 2008
moropadma

Jangan kita cuma berkutat pada siapa pelakunya soen tapi kita baca dan pahami bahwa ilmu penerapan di kedinasan sangat luas. And buat kita terlebih dulu pahami teknis , taktis baru strategis.

28 10 2008
gnw

iya tau pak, just curious

11 12 2008
sandy d'codemaster

gue dah tau orangnya soen……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: