Success, How to reach it

9 02 2009

Tidak terasa sudah hampir 10 tahun saya lulus dari AAL. Saat ini saya telah memasuki sebuah dunia pekerjaan. Bekerja …..bekerja….dan bekerja. Sebuah dunia yang penuh dengan intrik dan trik untuk maju. Tujuan dari semua itu tidak bisa dipungkiri adalah untuk mencapai sukses. Sukses yang ingin dicapai disini berbeda – beda tingkat pemahaman dan kriteria dari tiap – tiap orang. Persepsi ini tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lain. Namun saya mencoba untuk tidak membahas masalah tersebut karena dikuatirkan akan membuat perdebatan yang lebih besar.
Dari pengalaman dan cerita – cerita yang saya dapat, baik itu di lingkungan sipil maupun di lingkungan militer banyak hal yang bisa dipetik untuk mencapai tingkat kesuksesan tersebut. Cara yang ditempuh memang berbeda – beda namun pada prinsipnya dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok.

1. Knowledge ( Pengetahuan )
Pengetahuan adalah sebuah hal yang mendasar. Tidak bisa seseorang maju dan memegang sebuah jabatan penting tanpa dia memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menjalankan jabatan tersebut. Tanpa pengetahuan yang mumpuni seseorang tidak akan dipercaya untuk memegang jabatan yang lebih tinggi.
Bagaimana untuk mencapainya? Tidak ada jalan lain selain mengembangkan diri sendiri dengan belajar baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan non formal. Pendidikan formal adalah melalui pendidikan yang disediakan oleh kedinasan baik berupa pendidikan lanjutan maupun kursus – kursus yang disediakan oleh dinas baik di dalam negeri maupun diluar negeri. Pendidikan non formal adalah pendidikan yang diperoleh secara non dinas. Baik itu melalui membaca, diskusi, sharing, mencari informasi lewat internet, mendapat info dari media and so on.
Tanpa pengetahuan yang cukup seseorang tidak akan mempunyai nilai jual untuk dipromosikan menduduki jabatan yang lebih tinggi. Disamping itu diharapkan dengan memiliiki pengetahuan yang cukup maka seseorang tersebut akan dapat berbicara secara meyakinkan pada lingkungan di tingkat level tersebut maupun di tingkat level yang lebih tinggi.

2. Hard Work & Sacrifice ( Kerja keras dan rela berkorban )
Dalam melaksanakan sebuah pekerjaan harus tetap berpegang pada prinsip melaksanakan tugas dengan sebaik – baiknya dan sesempurna mungkin. Dengan demikian maka akan memberikan penilaian yang positif dari pimpinan terhadap diri kita masing – masing. Semakin banyak nilai positif yang diperoleh maka akan semakin memantapkan posisi kita untuk maju dan meraih posisi dan jabatan yang lebih tinggi.
Bagaimana mengerjakan tugas dengan sebaik – baiknya dan sesempurna mungkin maka dibutuhkan sebuah kerja keras yang lebih untuk mencapai semua itu. Dimulai dengan mengumpulkan data, mengolah data, dan mengerjakan data membutuhkan kerja keras, kesabaran dan rela berkorban untuk menghasilkan karya terbaik. Namun kerja keras ini dibutuhkan tidak hanya sebatas hal ini saja. Masih banyak hal – hal lainnya membutuhkan kerja keras kita. Tidak hanya di dalam melaksanakan tugas secara kedinasan saja tetapi hal – hal diluar kedinasan pun membutuhkan kerja keras kita dan pengorbanan yang tidak sedikit.

3. Relationship
Ini adalah sebuah hal yang tidak pernah kita dapatkan di dalam pendidikan formal manapun. Secara kurikulum tidak pernah terdapat pendidikan ini. Namun di dalam kenyataan hal ini menjadi sebuah hal yang cukup signifikan untuk dapat meraih posisi yang lebih tinggi. Secara pengamatan saya relationship memegang peranan yang cukup besar untuk mencapai kesuksesan. Mengapa demikian? Karena dengan maka kita dapat membangun kedekatan dan kepercayaan kepada mentor maupun pimpinan kita. Dengan tercapainya kedekatan dan kepercayaan ini maka diharapkan akan memberikan peluang yang lebih besar bagi kita untuk maju dan memperoleh kedudukan dan jabatan yang lebih baik.
Tanpa disadari mungkin kita semua telah melakukan hal – hal ini. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Mungkin yang harus disadari adalah tingkat intensitas yang berbeda dan pemahaman tentang membangun kedekatan dari tiap orang. Banyak hal dilapangan yang dapat kita ambil sebagai contoh di dalam membangun kedekatan ini. Mulai dari menemani ngobrol dan menemani disaat lagi jaga, membawakan oleh – oleh setelah pulang layar, mengikut sertakan istri di dalam kegiatan jala, menemani bergaul dan bersenang – senang mencari hiburan di saat malam hari, hingga hal – hal lainnya. Terlampau banyak contoh – contoh kecil yang tidak dapat dijabarkan satu persatu disini. Hal – hal kecil seperti ini memang tanpa kita sadari mungkin hanya kita lakukan sebagai suatu kegiatan biasa yang tanpa tujuan sama sekali dan mungkin hanya untuk kesenangan pribadi juga. Namun secara tidak langsung dengan melakukan kegiatan seperti ini telah mampu mendekatkan diri kita kepada sisun, mentor maupun siapapun orang tersebut.
Membangun kedekatan perlu kita lakukan terhadap semua orang. Tidak perduli kepada mentor maupun sisun. Mengapa hal ini perlu dilakukan dikarenakan harus kita sadari kita semua hidup di dalam sebuah system yang saling berhubungan satu sama lain yang tidak mengenal senior maupun junior. Semakin banyak kita dekat kepada lingkungan kita maka semakin besar harapan kita. Namun perlu diingat bahwa kedekatan dan kepercayaan yang kita bangun haruslah tepat ke sasaran yang dituju. Tidak semua orang dapat kita berikan perlakuan yang sama. Ada tingkatan – tingkatan yang harus lakukan terhadap orang – orang yang berbeda pula. Ini tidak berarti bahwa kita membeda – bedakan antara satu dengan yang lainnya. Setiap orang tetap harus diperlakukan dengan sebaik – baiknya. Namun tetap perlu ada perbedaan yang harus dilakukan agar terlihat perbedaan yang dilakukan dan dengan demikian maka dapat dilihat keseriusan kita dan dapat menimbulkan kepercayaan yang kita butuhkan untuk mencapai kepentingan kita.
Harus disadari oleh kita semua bahwa dalam membangun kedekatan yang kita lakukan memerlukan pengorbanan waktu, tenaga dan materi serta kerelaan berkorban dan pengertian baik dari diri sendiri maupun keluarga. Tidak mudah meluangkan waktu dan tenaga di dalam kondisi jaman yang semakin sibuk dan waktu menjadi sesuatu yang berharga. Akan sangat berat bagi kita membangun kedekatan ini apabila kita tidak memiliki kesadaran akan pengorbanan yang harus kita lakukan.
Semua hal – hal diatas adalah sebuah pemahaman pribadi yang didapatkan, didengar dan diamati selama menjalani tugas baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar. Tulisan ini dibuat tanpa adanya suatu tendensi tertentu. Tentu saja apa yang telah disampaikan disini dapat menjadi pertentangan pada setiap kita semua. Hal ini kami sampaikan hanya sebagai sebuah masukan bagi kita semua yang sependapat dan seide tanpa adanya pemaksaan dan keharusan untuk melaksanakannya. Besar harapan bahwa tulisan ini dapat membuka wawasan dan pengetahuan kita dan dapat bermanfaat bagi perkembangan ke depan. Disadari pula bahwa mungkin ada kesalahan dan kekhilafan di dalamnya dan besar harapan kami agar dapat dimaafkan.

Written by Indra


Aksi

Information

3 responses

10 02 2009
baligpi

Ana, setuju. Memang kalo dibaca sepertinya cuma orang2 “tertentu” aja yang bisa beginu (maksudnya begini dan begitu, hehe..). Tapi secara logika aja, yang ditulis kang Indra 100juta % bentul!🙂 Kalo di keyakinan gw, percaya dengan adanya Karma Phala (a.k.a Hukum Karma). Amal perbuatan kita (dulu dan sekarang) bakal kita nikmati sekarang juga, beberapa waktu kemudian, atau di kehidupan yg akan datang. Jadi… nggak perlu terlalu banyak pamrih. Easy going aja (nobody’s perfect).

11 02 2009
Cahyo HG

menurut pendapat kami saya setuju yang disampaikan mas Indra, utk menjadi maju kita harus mempunyai Knowledge, Hardwork dan relationship dan utk teman2 MoroPadma saling menerima saran/kritik yang positif/yg membangun apa yang diarahkan dari teman2 utk kemajuan diri kita, sukses selalu.

16 02 2009
Wiwit WP

Ya mas betul dan setuju.., turut berbagi ilmu & pengalaman ya.. untuk rekan semua, selalu mengambil sisi nilai serta berfikir yg positif, semangat terus 45ers…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: