Kadang Kita Harus Bekerja Sendiri

11 02 2009

Pernah seorang teman bercerita, ketika sedang bekerja membereskan pekerjaan di divisinya tiba-tiba ia dihampiri oleh atasannya dan ditanya “Kenapa kamu bekerja sendirian??? Mana anak buahmu??” tanya atasannya. “Mungkin teman – teman sedang sibuk Pak, biar saja tidak apa saya yang membereskan, lagi pula ini menjadi tanggung jawab saya ketika menerima posisi sebagai kepala divisi.” Jawab teman saya sembari tersenyum.

Ini menjadi tanggung jawab saya. Sebuah kalimat yang terkesan klise namun sebenarnya dapat menjadi sebuah penggambaran ungkapan kecintaan terhadap suatu tugas. Secara aturan hal itu memang salah. Tapi ketika kita berada pada kondisi tidak bisa mengandalkan orang lain, maka bekerja sendiri adalah jalan terakhir yang harus kita ambil.

Sekarang ini sering kali kita jumpai suatu kondisi dimana ketika harus bekerja sendiri, disaat banyak orang di sekitar kita- hal pertama yang kita lakukan adalah mengeluh. Bahkan bisa jadi kita terkadang justru ngrasani teman, bawahan atau partner kita. Entah dengan bentuk seperti apa tapi selalu saja ada ungkapan yang bernada menyesalkan sikap lingkungan kepada kita.

Sebenarnya jika kita mau melihat sisi positifnya, justru kondisi itu dapat kita gunakan untuk mengukur seberapa jauh kecintaan kita terhadap pekerjaan yang kita jalani. Meraih kesuksesan bekerja bukan dengan mencintai perusahaan atau mencintai jabatan, tapi mencintai pekerjaan adalah patokan seberapa besar kesuksesan kita bekerja.

Dengan mencintai pekerjaan, hambatan pekerjaan seperti apapun tidak akan membuat kita mengeluh sedikitpun dalam menjalaninya. Justru hambatan itu akan menjadi salah satu faktor yang mendorong kita untuk bekerja lebih giat untuk membuktikan bahwa kita mampu menyelesaikannya. Sekali lagi cintailah pekerjaanmu.

“Kerja adalah cinta yang ngejawantah, dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta…hanya dengan enggan, maka lebih baik jika kau meninggalkannya lalu mengambil tempat di depan gapura candi, meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita”(Sang Nabi; Kahlil Gibran)

Written by Iwan Iskandar


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: