NASIHAT SUN TZU (Disadur kembali dari the art of war)

24 03 2009

dsc_1836

Sun Tzu adalah seorang panglima perang terkenal dan ahli strategi militer Negara Cina yang dilahirkan pada 2.500 tahun yang lalu (500 tahun sebelum Masehi) Pada waktu itu Sun Tzu menulis buku tentang “Seni Perang”.Dan sampai saat ini serta dimasa-masa mendatang buku tersebut masih sangat relevan bila digunakan oleh para ahli strategi militer.

Buku “Seni perang” ini merupakan salah satu hasil karya tulis terbesar dari Cina yang isinya berisi pemikiran-pemikiran bijaksana dari seorang panglima perang yang berwawasan luas.

Berikut ini adalah beberapa nasihat Sun Tzu yang disadur dari beberapa sumber buku bacaan tentang The Art of War yang telah ditulis dan dicetak oleh beberapa penerbit:

1. Bila ada kata-kata yang diucapkan tidak terang dan tidak jelas serta bila perintah yang dikeluarkan tidak dipahami, panglimanyalah yang salah . Bila perintah yang dikeluarkan jelas tetapi tidak dipatuhi,perwiranyalah yang salah.

2. Ketahuilah musuhmu, ketahuilah dirimu sendiri, kamu tidak perlu takut akan hasil dari 100 pertempuran. Jika kamu mengenal dirimu sendiri tanpa mengenal musuhmu setiap kemenangan yang diperoleh, kamu juga akan menderita. Jika kamu tidak mengenal musuhmu dan dirimu sendiri kamu akan menderita kekalahan dalam setiap pertempuran.

3. Seni perang penting sekali, karena hal ini akan menentukan hidup atau mati suatu Negara, yaitu suatu cara yang akan menuntun Negara kearah keselamatan atau kehancuran

4. Seni perang ditentukan oleh lima factor yang harus selalu diperhatikan dan dipertimbangkan di saat kita akan menentukan sikap di lapangan. Kelima faktor tersebut :

a. Hukum moral menyebabkan terjadinya hubungan harmonis antara rakyat dengan penguasa, rakyat akan mengikuti pemimpinnya dengan tidak khawatir dan takut menghadapi bahaya.

b. Langit dimaksudkan dengan sian dan malam, panas dan dingin, musim dan waktu.

c. Bumi maksudnya jarak jauh dan dekat, besar dan kecil, bahaya dan aman, uang terbuka dan tertutup, kemungkinan hidup dan mati

d. Pimpinan menegakan kearifan,kejujuran, kebaikan, keberanian dan ketelitian.

e. Metode dan disiplin maksudnya pengaturan pasukan dalam unit-unit yang kecil, senior dan yunior, pemeliharaan jalur perbekalan,pengawasan dan pengendalian. Setiap Komandan pasukan harus menerapkan pola diatas bila ingin berhasil.

5. Guna bahan pertimbangan untuk menentukan situasi, gunakanlahperbandingan-perbandingan di bawah ini :

a. Siapakah diantara dua pemimpin tersebut yang tindakannya berdasarkan hukum moral?

b. Siapakah diantara dua pemimpin pasukan tersebut yang mempunyai kemampuan lebih?

c. Siapakah yang selalu memanfaatkan hukum langit dan bumi?

d. Pasukan mana yang disiplinnya lebih tinggi?

e. Pasukan mana yang lebih kuat?

f. Pasukan mana yang perwira dan anggotanya memperoleh latihan yang baik?

g. Komandan pasukan mana yang lebih menerapkan hukuman dan penghargaan?

Melalui ketujuh bahan pertimbangan ini saya dapat memperkirakan kemenangan atau kekalahan.

6. Komandan pasukan yang memenangkan pertempuran adalah komandan pasukan yang biasa membuat perencanaan dalam tendanya sebelum pertempuran dimulai.

7. Agar dapat membunuh lawannya, prajurit-prajurit harus dibangkitkan amarahnya. Untuk memperoleh kemajuan guna mengalahkan musuh, mereka harus beri penghargaan.

8. Dalam peperangan, tujuan utama adalah kemenangan, bukan memperpanjang kampanye.

9. Ketahuilah, panglima tentara adalah penentu keyakinan rakyat. Kepadanya tergantung apakah bangsa itu akan berada dalam keadaan damai atau musna.

10. Ketentuan dalam suatu peperangan adalah jika pasukan kita 10 dibanding 1 dengan musuh, kepunglah, bila 5 banding lima serbu, jika 2 banding 1, bagilah pasukan kita menjadi dua bagian dan jika berjumlah sama tawarkan pertempuran.

11. Panglima pasukan adalah benteng Negara, bila kubunya kuat dalam semua segi , Negara akan kuat, bila kubunya keropos, Negara akan hancur.

12. Perlu diketahui ada 5 faktor penting yang harus diperhatikan guna mencapai kemenangan :

a. Pemimpin yang mengetahui saat untuk menyerang dan saat tidak menyerang.

b. Pemimin yang mampu mengendalikan pasukan yang lebih besar atau lebih kecil daripada pasukan lawan.

c. Pasukan yang mempunyai semangat yang sama pada setiap kepangkatan.

d. Pemimpin yang mempersiapkan pasukannya serta menunggu saat lawan tidak dalam keadaan siap.

e. Pemimpin yang memiliki kemampuan militer dan tidak dirintangi oleh penguasa.

13. Pejuang yang cerdik tidak hanya menang tetapi juga mahir memenangkan pertempuran dengan mudah.

14. Pasukan memenangkan pertempuran karena anggota pasukan tersebut tidak membuat kesalahan. Oleh karena itu, pejuang yang cerdik akan menempatkan dirinya pada posisi yang tidak memungkinkannya kalah dan tidak pernah membiarkan kesempatan lewat untuk mengalahkan musuhnya.

15. Pimpinan yang baik akan mengusahakan hukum moral berlaku erat dengan metode dan disiplin sehingga merupakan kekuatan yang mengendalikan keberhasilannya.

16. Serbuan pasukan yang menang, bagaikan semburan air yang terbendung pecah dan tumpah kedalam jurang yang dalamnya 1.000 meter.

17. Dalam setiap pertempuran, metode langsung dipraktikkan tanpa habis-habisnya seperti langit dan bumi, tak pernah berakhir bagaikan aliran sungi dan jeram, seperti matahari dan bulan, berakhir tapi muncul lagi yang baru, seperti musim yang berlalu tapi selalu dating lagi.

18. Siapa saja yang pertama-tama tiba di medan pertempuran dan menunggu kedatangan musuhnya akan berada dalam kondisi yang segar untuk menghadapi pertempuran. Dan siapa saja yang datang terlambatdan harus tergesa-gesa ke medan laga, akan tiba dalam keadaan lelah.

19. Jangan ulangi taktik yang telah kamu menangkan dalam suatu pertempuran, tapi biarlah cara-caramu berkembang dalam variasi lingkungan yang tak terhingga banyaknya.

20. Menggerakan suatu pasukan lebih beruntung dibandingkan dengan memimpin gerombolan yang tidak disiplin karena akan sangat berbahaya.

21. Jangan ikut serta dalam persekutuan sebelum yakin benar, apa yang dikehendaki sekutumu.

22. Kurang tepat memimpin suatu pasukan yang bergerak, kecuali telah mengetahui benar kondisi medan setempat.

23. Tidak mungkin memanfaatkan keadaan alamiah suatu daerah untuk kepentingan sendiri, kecuali dengan menggunakan petunjuk rakyat setempat.

24. hendaklah kecepatanmu laksana angina dan rapat bagai pohon-pohon di hutan.

25. Biarlah rencana-rencanamu gelap dan kedap laksana malam yang gulita dan bila kamu bergerak agar tiba laksana guntur yang menggelegar.

26. Jangan lama-lama berada dalam posisi yang membahayakan. Dalam posisi yang tidak ada pengharapan, kamu harus bertempur.

27. Lima kesalahan fatal yang sering dilakukan pimpinan pasukan :

a. Gegabah yang membawa kehancuran.

b. Takut, yang menyebabkan dapat ditawan.

c. Terburu nafsu yang dapat dirangsang oleh pengkhianat.

d. Gila hormat, yang dapat mendatangkan aib.

e. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap keselamatan prajurit-prajuritnya, yang menyebabkan selalu khawatir dan takut.

28. Dalam latihan, perintah harus dilaksanakan dengan paksaan, sehingga pasukan akan memiliki disiplin yang baik.

29. Bila pimpinan pasukan mempercayai prajurit-prajuritnya dan mengatakan dengan tegas bahwa perintah-perintahnya harus ditaati, keuntungan yang diperoleh akan timbale balik.

30. Perlakukanlah prajurit-prajuritmu sebagai putra-putramu sendiri dan mereka akan mengikuti hingga ke lembah yang terdalam, dan mereka juga akan mendampingimu hingga menemui ajal.

31. Jika kamu memanjakan pasukanmu , walaupun atasanmu tidak merasakannya, berbudi baik tapi tidak mampu melaksanakan perintah dan tidak mampu menindak ketidaktaatan,maka cara tersebut akan merusak prajurit, mereka akan tidak berguna dalam bertempuran.

32. Mata-mata merupakan elemen yang sangat penting dalam peperangan, karena tergantung merekalah kemampuan suatu pasukan bergerak maju.

by Kpt laut (P) Heru Sutimbul


Aksi

Information

One response

26 03 2009
Cahyo HG

Hal yang sangat bermanfaat mas untuk dilaksanakan dikedinasan dan selamat bertugas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: